Perih
Sakit. Sakit sekali. Perasaan paling tidak menyenangkan yang pernah aku rasakan seumur hidupku. Tetapi kenapa aku begitu bodohnya memilih bertahan dan menyiksa diri sendiri dengan memori perih yang tidak akan pernah bisa aku lupakan? Dan sekarang aku menyesal. Penyesalan yang kesekian kali dalam hidupku? Sampai aku selalu bertanya pada diri sendiri, kapan aku akan berhenti membuat keputusan yang bodoh?
Aku membencimu. Sangat membencimu. Sampai aku muak melihat wajahmu. Tapi aku juga tidak cukup percaya diri untuk bertahan tanpamu. Aku... sedikit takut menjadi sendiri lagi. Dan di lain sisi, aku benar-benar berharap bisa tanpamu.
Kamu sudah menyakitiku terlalu dalam. Aku tak yakin bisa memaafkanmu. Jadi aku berjanji pada diriku sendiri untuk kuat. Meskipun harus menahan luka ini seorang diri, aku harus tetap tegar. Meskipun tak seorang pun, seperti biasanya, aku pasti bisa melalui ini. Akan aku tunjukkan padamu, bahwa aku bisa tanpamu. Bahwa aku bahagia tanpamu. Bahwa hidupku lebih indah tanpamu.
Sakit. Sakit sekali. Perasaan paling tidak menyenangkan yang pernah aku rasakan seumur hidupku. Tetapi kenapa aku begitu bodohnya memilih bertahan dan menyiksa diri sendiri dengan memori perih yang tidak akan pernah bisa aku lupakan? Dan sekarang aku menyesal. Penyesalan yang kesekian kali dalam hidupku? Sampai aku selalu bertanya pada diri sendiri, kapan aku akan berhenti membuat keputusan yang bodoh?
Aku membencimu. Sangat membencimu. Sampai aku muak melihat wajahmu. Tapi aku juga tidak cukup percaya diri untuk bertahan tanpamu. Aku... sedikit takut menjadi sendiri lagi. Dan di lain sisi, aku benar-benar berharap bisa tanpamu.
Kamu sudah menyakitiku terlalu dalam. Aku tak yakin bisa memaafkanmu. Jadi aku berjanji pada diriku sendiri untuk kuat. Meskipun harus menahan luka ini seorang diri, aku harus tetap tegar. Meskipun tak seorang pun, seperti biasanya, aku pasti bisa melalui ini. Akan aku tunjukkan padamu, bahwa aku bisa tanpamu. Bahwa aku bahagia tanpamu. Bahwa hidupku lebih indah tanpamu.
